3.1.a.8 Koneksi Antar Materi

Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin



Pada modul 3.1 ini, tugas yang pada LMS adalah bagaimana koneksi antar materi pada modul 1 sampai dengan modul 3.1. berdasarkan panduan pertanyaan yang terdapat pada LMS. Berikut ini koneksi antar materi!

Panduan Pertanyaan :

  1. Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?
  2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
  3. Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambilApakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebutHal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
  4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?
  5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
  6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
  7. Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
  8. Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
  9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
  10. Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
  11. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
  12. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
  13. Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
  14. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Jawaban :

  1. Filosofi Ki Hadjar Dewantara dengan Pratap Triloka yang berisi 3 hal pokok yaitu: Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani. Dari ketiga pratap Triloka tersebut, bahwa seorang pemimpin pembelajaran harus dapat menjadi teladan, motivator yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran maka akan memberikan dasar yang baik dalam pengambilan keputusan yang tepat, bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan murid.
  2. Nilai-nilai positif yang telah tertanam dalam diri kita seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid merupakan prinsip yang dipegang teguh ketika kita akan mengambil keputusan yang tepat Nilai-nilai positif akan mengarahkan kita mengambil keputusan dengan resiko yang kecil. Sehingga dalam pengimplementasian kompetensi sosial emosional yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial dan keterampilan berinteraksi sosial dalam mengambil keputusan yang bertanggungjawab.
  3. Pada intinya melalui langkah coaching dengan menggunakan alur TIRTA, kita dapat membantu coachee dalam menentukan keputusan apa yang akan di ambil dan sebagai fasilitator kita dapat membantu coachee untuk mengidentifikasi kembali keputusan yang telah di ambil melalui sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan sebagai refleksi terhadap keputusan yang kita ambil. 
  4. Aspek sosial dan emosiaonal adalah sebagai jembatan untuk mengakomodir perbedaan minat dan gaya belajar murid di kelas. Untuk itu sebagai guru sebelum menentukan media apa yang akan diberikan kepada murid, diperlukan pengambilan keputusan yang tepat agar seluruh kepentingan murid dapat terakomodir dengan baik.
  5. Pada studi kasus yang telah dibahas, tentunya sebagai guru harus mampu memahami serta menjiwai nilai-nilai yang dianut yaitu nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid. Kelima nilai ini dalam diri pendidik dapat menjadi modal seorang guru dalam mengambil sebuah keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan.
  6. Pada pengambilan keputusan yang dapat diterima oleh seluruh warga sekolah maupun lingkungan tetapi pada pengambilan keputusan tersebut tidak merugikan banyak pihak khususnya pada peserta didik.
  7. Tantangan yang paling berat di lingkungan adalah kebiasaan-kebiasaan lama yang sudah tertanam kepada rekan guru lainnya.
  8. Seorang guru harus memahami karakter muridnya di dalam kelas yang berbeda-beda, sehingga guru dalam mengambil keputusan harus dapat mengakomodir kebutuhan murid-murid. Sehingga dalam pengambilan keputusan yang tepat sangat penting menggunakan 9 langkah.
  9. Sebagai pemimpin pembelajaran keputusan yang akan diambil sangat berpengaruh terhadap masa depan murid, karena murid dapat mengembangkan bakatnya dan minatnya sesuai dengan pengambilan keputusan yang telah di ambil oleh seorang guru. Jika guru tidak dapat menggali potensi muridnya, maka masa depan muridnya pasti akan berpengaruh.
  10. Kesimpulan yang saya ambil dari modul ini adalah sebelum mengambil keputusan, seorang guru harus menjalankan perannya sesuai dengan pemikiran Triloka KHD, dengan memanfaatkan nilai-nilai yang ada pada diri serta memahami nilai-nilai kebajikan universal. Pendekatan pembelajaran yang berpihak pada murid sangat tepat jika kita mengimplementasikan 9 langkah dalam mengambil keputusan, sehingga mode pembelajaran yang di ambil akan tepat dan sesuai kebutuhan murid dan bisa dipertanggungjawabkan.
  11. Pemahaman saya tentang konsep-konsep yang telah pelajari di modul ini, yaitu: Dilema etika adalah (benar lawan benar) adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan. Sedangkan bujukan moral (benar lawan salah) yaitu situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar dan salah. Paradigma Dilema Etika 1) Individu lawan masyarakat (individual vs community2) Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy3) Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty4) Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term). Prinsip Dilema Etika yaitu : 1) Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking2) Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking3) Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Serta 9 langkah pengujian dalam pengambilan keputusan yaitu: 1) Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini, 2) Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, 3) Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, 4) Pengujian benar atau salah, meliputi: a. Uji Legal b. Uji Regulasi/Standar Profesional c. Uji Intuisi, d. Uji Halaman Depan Koran, e. Uji Panutan/Idola. 5) Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, 6) Melakukan Prinsip Resolusi, 7)  Investigasi Opsi Trilema, 8) Buat Keputusan. 9) Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.
  12. Ya, saya pernah mengalami dilema etika sebelum mempelajari modul ini, perbedaanya adalah tidak melakukan refleksi setiap mengambil keputusan sesuai dengan 9 langkah dalam pengambilan keputusan.
  13. Perubahan yang terjadi setelah mempelajari modul ini adalah dalam mengambil keputusan, malakukan 4 paradigma, 3 prinsip 9 langkah mengambil keputusan yang bertanggungjawab.
  14. Sebagai individu modul ini sangat penting, dimana pemahaman saya dalam mengambil keputusan yang bertanggungjawab.

Terima kasih. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Postingan