3.1.a.6 Demonstrasi Kontekstual
Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin
Pada tahap Demontrasi kontekstual modul 3.1.a 6, Calon Guru Penggerak diminta untuk melakukan wawancara 2-3 pimpinan sekolah yang ada di sekitar lingkungan terutama pada sekolah sendiri.
Dalam kegiatan ini, saya mewawancarai dua narasumber yaitu Kepala sekolah dimana tempat saya bertugas yakni Ibu Mufida M. Latinapa, S.Pd.I., M.Pd selaku kepala SD Negeri 1 Ratolindo dan Bapak Abdul Hamid, S.Pd selaku kepala SD Negeri 8 Ratolindo.
Pada sesi wawancara dengan kedua narasumber tersebut, saya melakukan pada waktu yang berbeda dengan mengajukan beberapa pertanyaan guna mendapatkan informasi tentang praktik pengambilan keputusan yang selama ini dijalankan, terutama untuk kasus-kasus yang di mana nilai-nilai kebajikan saling bersinggungan atau untuk kasus-kasus dilema etika yang sama-sama benar.
Adapun pertanyaan sudah diatur sesuai dengan panduan wawancara yang terdapat pada LMS.
HASIL WAWANCARA Ke 1:
Wawancara pertama pada tanggal 10 Februari 2023 dengan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ratolindo (Ibu Mufida Latinapa, S.Pd.I., M.Pd)
- Selama ini, bagaimana ibu dapat mengidentifikasikan kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?
- Selama ini, bagaimana ibu menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Ibu, terutama untuk kasus-kasus dimana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?
- Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Ibu lakukan selama ini?
- Hal-hal apa saja yang selama ini Ibu anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
- Hal-hal apa saja yang merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
- Apakah Ibu memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Ibu langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Ibu jalankan?
- Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Ibu dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
- Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Ibu petik dari pengalaman Ibu mengambil keputusan dilema etika?
- Selama ini, bagaimana ibu dapat mengidentifikasikan kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?
- Selama ini, bagaimana ibu menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Ibu, terutama untuk kasus-kasus dimana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?
- Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Ibu lakukan selama ini?
- Hal-hal apa saja yang selama ini Ibu anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
- Hal-hal apa saja yang merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
- Apakah Ibu memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Ibu langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Ibu jalankan?
- Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Ibu dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
- Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Ibu petik dari pengalaman Ibu mengambil keputusan dilema etika?
Berikut ini jawabannya:
- Ibu Mufida selama ini menjadi Kepala Sekolah dalam mengidentifikasi mana kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral beliau menjelaskan bahwa pada kasus yang termasuk bujukan moral adalah dimana dalam kasus tersebut terdapat 2 pilihan yaitu benar atau salah. Pada kasus bujukan moral kita dapat berpegang pada aturan yang berlaku. Sedangkan pada kasus yang termasuk dilema etika, terkadang kita dihadapkan pada pilihan yang sama-sama benar dan memiliki 2 nilai kebajikan. Tentunya pada dilema etika kita akan diperhadapkan antara mengikuti aturan atau memikirkan rasa peduli terhadap seseorang.
- Ibu Mufida menjelaskan bahwa, selama ini dalam menjalankan pengambilan keputusan yang dimana dua kepentingan yang sama-sama benar, beliau selalu meminta pendapat dari rekan guru dengan melakukan rapat dan mendiskusikan solusi yang terbaik tetapi tidak merugikan pihak sekolah maupun peserta didik.
- Langkah-langkah yang biasa dilakukan adalah langkah awal adalah memanggil guru dan meminta penjelasan untuk menggali informasi yang sebenarnya. Langkah kedua adalah memberikan teguran secara tertulis dan langkah ketiga sebelum mengambil keputusan terlebih dahulu berdiskusi dengan berbagai pihak yaitu guru yang ada di sekolah dan setelah itu meneruskan laporan kepada pengawas sekolah.
- Selama ini hal-hal yang dianggap efektif bagi ibu Mufida adalah selalu melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada guru mencoba memahami apa saja masalah yang dihadapi sehingga guru tersebut akan merasa diperhatikan.
- Hal-hal yang merupakan tantangan pada kasus dilema etika adalah sebagai seorang pemimpin menegakkan aturan adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, tetapi di sisi lain terkadang terkendala pada rasa belas kasihan dan rasa peduli terhadap sesama.
- Dalam menyelesaikan sebuah kasus dilema etika sebenarnya tidak memiliki jadwal, itu tergantung situasi. Jika memang hal tersebut harus cepat diselesaikan maka keputusan akan cepat, tetapi jika masalah tersebut masih bisa dilakukan pendekatan-pendekatan terlebih dahulu, maka keputusan yang diambil juga akan memiliki waktu yang lama.
- Ada, di SDNegeri 1 Ratolindo memiliki Wakasek kesiswaan, jadi jika terdapat masalah terhadap siswa, akan di koordinasikan kepada wakasek kesiswaan terlebih dahulu. Tetapi jika masalahnya terhadap guru, pengawas sekolah yang selalu memberikan masukan solusi apa yang terbaik.
- Pembelajaran yang Ibu Mufida ambil adalah dalam setiap pengambilan keputusan kita akan selalu memerlukan saran dari pihak lain, serta memikirkan apa dampak positif dan negatifnya sehingga dalam menentukan keputusan kita akan memperoleh keputusan yang terbaik.
HASIL WAWANCARA ke 2:
Wawancara kedua pada tanggal 11 Februari 2023 dengan Kepala Sekolah SD Negeri 8 Ratolindo (Bapak Abdul Hamid, S.Pd)
- Selama ini, bagaimana Bapak dapat mengidentifikasikan kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?
- Selama ini, bagaimana Bapak menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Bapak, terutama untuk kasus-kasus dimana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?
- Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Bapak lakukan selama ini?
- Hal-hal apa saja yang selama ini Bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
- Hal-hal apa saja yang merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
- Apakah Bapak memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Bapak langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Bapak jalankan?
- Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Bapak dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
- Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Bapak petik dari pengalaman Bapak mengambil keputusan dilema etika?
- Selama ini, bagaimana Bapak dapat mengidentifikasikan kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?
- Selama ini, bagaimana Bapak menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Bapak, terutama untuk kasus-kasus dimana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?
- Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Bapak lakukan selama ini?
- Hal-hal apa saja yang selama ini Bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
- Hal-hal apa saja yang merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
- Apakah Bapak memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Bapak langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Bapak jalankan?
- Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Bapak dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
- Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Bapak petik dari pengalaman Bapak mengambil keputusan dilema etika?
Berikut ini jawabannya:
- Bapak Abdul Hamid selama ini menjadi Kepala Sekolah dalam mengidentifikasi mana kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral beliau menjelaskan bahwa pada kasus yang termasuk bujukan moral adalah dimana dalam kasus tersebut terdapat 2 pilihan yaitu antara mengikuti aturan atau mengikuti keinginan atau kebiasaan yang sudah dilaksanakan di sekolah contohnya makan-makan bersama dengan menggunakan sisa anggaran yang ada. Sedangkan pada kasus yang termasuk dilema etika, dihadapkan pada pilihan yang antara menegakkan aturan atau mengingat rasa kasihan terhadap sesorang.
- Bapak Abdul Hamid menjelaskan bahwa, selama ini dalam menjalankan pengambilan keputusan yang dimana dua kepentingan yang sama-sama benar, beliau selalu mengedepankan aturan dan meminta arahan dari pengawas ataupun dinas pendidikan.
- Langkah-langkah yang biasa dilakukan adalah langkah awal adalah mencari informasi yang lebih mendalam terhadap kasus yang terjadi. Langkah kedua adalah memanggil guru ataupun murid yang bermasalah untuk di tanyakan kebenarannya. ketiga sebelum mengambil keputusan terlebih dahulu berdiskusi dengan berbagai pihak yaitu guru yang ada di sekolah dan setelah itu meneruskan laporan kepada pengawas sekolah.
- Selama ini hal-hal yang dianggap efektif bagi Bapak Abdul Hamid adalah bicara empat mata di dalam satu ruangan dan menanyakan masalah apa yang di hadapi oleh guru tanpa membuatnya malu.
- Hal-hal yang merupakan tantangan pada kasus dilema etika pendapatnya tidak beda jauh dengan ibu Kepsek SD Negeri 1 Ratolindi adalah sebagai seorang pemimpin menegakkan aturan adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, tetapi di sisi lain terkadang terkendala pada rasa belas kasihan dan rasa peduli terhadap sesama.
- Dalam menyelesaikan sebuah kasus dilema etika adalah situasional. terkadang langsung di proses dengan mengambil keputusan sendiri, terkadang harus meminta masukan dari guru lain maupun dari pengawas.
- Ada, yaitu pengawas pembina SD Negeri 8 Ratolindo yang selalu memberikan solusi yang terbaik.
- Pembelajaran yang Bapak Abdul Hamid ambil adalah dalam setiap pengambilan keputusan terkadang kita harus tegas dan mengikuti aturan, tetapi terkadang juga memerlukan saran dari pihak lain sehingga memperoleh keputusan yang terbaik.
ANALISIS HASIL WAWANCARA
Demikian analisis hasil wawancara yang saya lakukan terhadap dua pemimpin sekolah. Terima kasih


Komentar