Modul 1.2.a.6 Demonstrasi Kontekstual


 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK


Halo sahabat Touna Berbagi_ yang sekarang sedang menjalani program guru penggerak PGP yang tentu saat ini sudah sampai modul 1.2.a.6 tentang Demonstrasi Kontekstual. 

Pada modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak Sub Modul 1.2.a.6 Demontrasi Kontekstual akan menguraikan Gambaran Diri Sebagai Guru Penggerak di Masa Depan. Sebagai guru penggerak harus mendalami apa saja nilai dan peran guru penggerak. 


Modul 1.2.a.6 Demonstrasi Kontekstual

1. Nilai Guru Penggerak 

    Nilai guru penggerak ada lima yaitu Berpihak pada murid, Mandiri, Reflektif, Kolaboratif dan Inovatif. Guru Penggerak diharapkan mulai berlatih dan mengadopsi kebiasaan “berpikir sistem”, lebih "memahami perubahan", “membangun keselarasan atau koherensi”, dan mengadopsi mentalitas “berpikir berbasis aset” sehingga Guru Penggerak diharapkan beranjak dari keadaan diri yang kurang berkesadaran menuju ke diri yang berkesadaran penuh bersama lima keterampilan sosial-emosianal (kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab dan beretika) yang memungkinkan bertumbuhnya pola pikir dan nilai-nilai yang diharapkan. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 31-32).
Bisa kita pada roda nilai penggerak berikut ini !


Sumber gambar 1 . Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 33

a. Nilai Berpihak pada Murid

    Guru penggerak akan selalu mengutamakan kepentingan murid dalam pembelajaran. Hal ini adalah salah satu perwujudan dari filosofi Ki Hadjar Dewantara mengenai pendidikan anak yang selaras dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan murid sangatlah penting karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Jadi, sebagai guru penggerak harus memahami karakter dan tingkat kemampuan muridnya di dalam kelas. Guru penggrak akan selalu memikirkan apa yang dibutuhkan muridnya agar suasana belajar menjadi lebih baik dan bagaimana cara mewujudkan dunia yang diidamkan bagi muridnya. Guru penggerak juga selalu memberdayakan dirinya serta memanfaatkan aset kekuatan yang ada untuk kepentingan pembelajaran murid yang berkualitas.  (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 33-35)

b. Nilai Mandiri

    Kekuatan yang terpenting bagi guru penggerak adalah kompetensi dirinya, sehingga guru penggerak memiliki kemandirian untuk meningkatkan kompetensinya. Guru penggerak selalu melakukan perbaikan diri sehingga makin menguasai dan makin ahli untuk membawakan perubahan kepada murid. Guru penggerak beranjak dari “kekaburan dan ketidaktepatan” menuju “keelokan dan ketepatan” sehingga memiliki daya lenting dan terpacu memperhatikan kualitas dan hasil kinerja kerjanya. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 35).

c. Nilai Reflektif

    Guru Penggerak senantiasa memaknai pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri maupun pihak lain secara positif-apresiatif-produktif, memiliki daya saing yang tinggi karena sadar akan hakikat persaingan. Dengan begitu, guru penggerak terus meningkatkan efikasi dirinya bagaimana mendorong dirinya membuat pilihan dan bertanggungjawab, sehingga mendorong perubahan dirinya yang bersifat eksternal menjadi bersifat internal. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 36).
    Guru penggerak yang reflektif akan menggunakan refleksi sebagai kebiasaan dikelas maupun disekolah. Kegiatan refleksi dapat memanfaatkan masukan dari rekan sejawat ataupun Kepala Sekolah. Kegiatan refleksi juga dilakukan kepada murid agar guru dapat mengetahui perbaikan pembelajaran berikutnya.

d. Nilai Kolaboratif

    Seorang guru penggerak senantiasa membangun daya sanding dan memperhatikan saling ketergantungan yang positif baik disekolah maupun diluar sekolah. (Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 38). Mengajak rekan sejawat disekolah untuk berkomunikasi tentang permasalahan yang ada dikelas dan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan. Memberikan informasi kepada orang tua/wali murid akan perkembangan anaknya, ataupun memberikan kesempatan kepada orang tua/wali murid untuk membagikan pengalamannya yang menarik kepada murid. Mengajak guru dari sekolah lain yang memiliki kompetensi yang baik untuk membagikan kepada guru baik disekolahnya sendiri maupun di luar sekolahnya.

e. Nilai Inovatif

    Di tengah perkembangan zaman, realitas situasi yang dihadapi pendidik pun semakin volatil (tidak dapat ditebak), tidak pasti, kompleks, ambigu (meragukan, kurang jelas, sehingga dalam menghadapinya cenderung kurang awas). Agar nilai inovatif muncul, maka diperlukan fleksibilitas (daya lentur) dari seorang Guru Penggerak. Mereka berkenan mengadopsi multiperspektif, mencari dan membuat alternatif, mengubahsuaikan gaya dan kecenderungan lama, untuk mewujudkan perubahan dan bergeser dari pandangan yang ego-sentris serta sempit menuju pandangan-pandangan alternatif dan luas. Guru Penggerak yang mempunyai nilai inovatif juga pantang menyerah (daya lenting) serta jeli melihat peluang/potensi yang ada di sekitarnya untuk mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran murid. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 39).
    Guru penggerak memiliki inisiatif membuat inovasi pembelajaran susuai dengan kodrat alam dan zaman dimana murid tinggal. Memodifikasi bahan ajar yang ada dilingkungannya dan menghubungkannya dengan zaman sekarang ini untuk meningkatkan kualittas pembelajaran murid.

    

2. Peran Guru Penggerak

    Peran Guru Penggerak yang dimulai dengan pendalaman Nilai-nilai Guru Penggerak dalam diri Guru Penggerak. Peran guru penggerak muncul sebagai respon atas 4 kompetensi kepemimpinan sekolah yaitu mengembangkan diri dan orang lain, memimpin pembelajaran, memimpin manejemen sekolah, dan memimpin pengembangan sekolah. Berikut ini 5 Peran Guru Penggerak dapat dilihat pada gambar berikut ini!

    
Sumber gambar 2 . Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 44

   

a. Menjadi Pemimpin Pembelajaran

    Sebagai guru penggerak menjalankan filosofi "among" Ki Hadjar Dewantara yaitu " Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani".  dan mengadopsi kerangka berpikir inquiri apresiatif dalam memimpin perubahan dan mengelola perubahan yang terjadi dimasa sekarang dan masa yang akan datang. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 44-45).

b. Menjadi Coach bagi Guru Lain

    Guru penggerak dituntut menjadi pendamping rekan sejawatnya untuk proses belajar mereka serta memberdayakan hasil refleksi atas pengalaman hasil praktik-praktik profesionalnya sendiri. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 45-46).

c. Mendorong kolaborasi

    Guru Penggerak harus punya pandangan apresiatif yang memungkinkan pengungkapan potensi positif rekan yang lain. Mereka membuka lebih banyak ruang dialog positif antar guru, antara guru dan pemangku kepentingan baik di dalam maupun di luar sekolah demi meningkatkan kualitas pembelajaran bagi murid. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 45-46).

d. Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student Agency)

    Guru Penggerak perlu memahami bagaimana meramu pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga murid merasa kompeten, mandiri, dicintai, dan memiliki kepercayaan diri serta determinasi untuk mencapai segala yang mereka impikan. Dalam mewujudkan kepemimpinan murid, Guru Penggerak mengerti betul esensi dari Tut Wuri Handayani, sehingga mereka menempatkan murid pada kursi pemegang kendali proses pembelajaran mereka sendiri. Guru Penggerak menuntun murid mereka belajar merdeka untuk merdeka belajar. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 46-47).

e. Menggerakkan Komunitas Praktisi

    Guru Penggerak mengambil peran untuk menggerakkan komunitas praktisi di sekolah dan di wilayahnya. Agar komunitas praktisi dapat berjalan secara berkesinambungan, Guru Penggerak menumbuhkan budaya belajar kolaboratif atau komunitas belajar profesional bersama para rekan guru di sekolah maupun wilayahnya.
    Kerangka kerja Lesson Study: Merencanakan (Plan), Mengerjakan (Do), Melihat kembali (See) adalah satu dari banyak contoh kerangka kerja kolaboratif yang dapat digunakan untuk menggerakkan sebuah komunitas belajar profesional dan menghasilkan praktik-praktik baik. Banyaknya praktik baik yang dibagikan dalam komunitas tersebut akan menjadi bahan belajar bersama sehingga terus mendorong agar praktik yang dilakukan menjadi semakin baik. (Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Halaman 47).


Demikian tugas modul 1.2.a.6 Demonstrasi Kontekstual Nilai dan Peran Guru Penggerak yang dapat admin bagikan, semoga dapat menjadi manfaat bagi bapak/ibu yang sekarang sedang mengikuti program guru penggerak PGP.

Beriku ini video modul 1.2.a.6 Demonstrasi Kontekstual. Selamat Menyaksikan

        



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Postingan